ReadWriteWeb memberitakan bahwa saat meluncurkan Chrome, Sundar Pichai VP manajemen produk Google berjanji bahwa Google akan mulai mendukung extension dan menekankan bahwa hal ini merupakan salah satu prioritas utama Google untuk Chrome. Untuk para pengembang tentunya akan sangat membantu apabila Google menggunakan arsitektur extension yang mirip dengan Firefox (atau bahkan menawarkan mekanisme yang memungkinkan pengembang untuk langsung memigrasikan extension Firefox?), akan tetapi sejauh ini Google masih belum mengumumkan detil apapun tentang API extension Chrome.
Kekurangan Chrome
Feed autodiscovery adalah salah satu dari beberapa fitur yang masih kurang dari Chrome. Baik Firefox maupun IE telah lama memiliki fitur ini, menampilkan icon RSS di address bar untuk situs-situs yang menyediakan sindikasi RSS. Salah satu pengunjung kami Loucypher juga mengatakan bahwa Chrome tidak mendeteksi format Atom atau RSS dengan benar. Contohnya, jika Anda mengunjungi RSS mentah udaramaya melalui Chrome, Anda hanya akan melihat halaman penuh teks yang berantakan.
Google juga masih belum mengintegrasikan Chrome dengan banyak layanannya sendiri. Contohnya apabila Anda mengetik sebuah alamat dalam Omnibox, mengapa Chrome tidak membawa Anda ke Google Maps secara otomatis? Dari pengalaman saya sendiri, walau Chrome juga sudah mengemas Gears (plugin yang memungkinkan pemakaian aplikasi web offline) dan berjalan dengan baik dengan Remember the Milk, tetapi justru gagal di Google Reader, layanan yang dimiliki Google sendiri.

Selain itu, seperti yang dikatakan Corvida (ditemukan melalui FriendFeed) mengatakan bahwa walaupun Chrome menampilkan context menu (menu klik kanan) yang berbeda, masih banyak lagi yang dapat mereka lakukan. Saat ini apabila Anda melakukan klik kanan di Google Maps, Chrome memberikan opsi untuk zoom in atau zoom out, akan tetapi semestinya mereka juga memberikan opsi seperti mengirimkan peta tersebut melalui Gmail, menambahkannya ke Google Calendar sebagai lokasi dan banyak lagi.
Untuk saat ini, Firefox dengan Ubiquity masih jauh lebih baik dalam mengintegrasikan berbagai layanan Google seperti Gmail dan YouTube.
Akan tetapi kita juga tidak boleh lupa bahwa Chrome merupakan sebuah produk yang sangat baru dan para insinyur Google menghabiskan dua tahun untuk mengembangkan produk ini mulai dari nol. Dan karena sekarang produk ini telah siap dipakai untuk keperluan berselancar web sehari-hari dengan fitur-fitur uniknya sendiri, dalam beberapa bulan ke depan kita berharap bahwa Chrome terus berkembang menjembatani berbagai aplikasi web yang ada.

Komentar