Nokia memberikan kejutan untuk komunitas software open source dengan mengumumkan rencana 'membebaskan' code base Symbian beberapa bulan lalu. Symbian saat ini memegang posisi dominan di segmen ponsel Eropa (dan mungkin seluruh dunia), sehingga keputusan ini sangat mengejutkan pengembang Symbian pihak ketiga dan komunitas open source.
Pada konferensi open source OSCON, John M. Forsyth, vice president of strategy Symbian menjelaskan alasan di balik strategi open source ini. Platform Symbian sedang berada di puncak kejayaannya, kata Forsyth. Lebih dari 200 juta alat berbasis Symbian telah terjual dan 77 juta di antaranya terjual tahun lalu. Lima produsen ponsel terbesar semuanya menjual produk berbasis Symbian dan permintaan akan Symbian akan terus bertambah banyak, sehingga menempatkannya di posisi yang sangat kuat diantara platform mobile lainnya, klaim Forsyth.
Walaupun Symbian sangat sukses, kurang terbukanya Symbian telah membatasi potensinya di banyak area. Forsyth mengatakan bahwa para produsen ponsel tidak ingin tergantung hanya pada satu sumber untuk menulis perangkat lunak. Oleh karena itu dibutuhkan tingkat transparansi yang lebih tinggi bagi Symbian untuk terus maju. "Apa yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat kesuksesan yang lebih tinggi adalah sesuatu yang gratis, independen dan netral. Saat ini, tidak ada platform seperti itu, jadi yang akan kita lakukan adalah membuatnya," klaim Forsyth (Android juga akan diluncurkan beberapa bulan lagi)
Nokia bertujuan membentuk yayasan Symbian non-profit yang akan mengatur lisensi dan dikendalikan oleh dewan yang netral. Selama masa awal transisi, yayasan ini akan menyediakan lisensi gratis untuk semua anggotanya, dan hal ini rencananya akan siap dilaksanakan tahun depan. Pada akhirnya mereka berencana untuk mendistribusikan seluruh source code dari platform ini di bawah Eclipse Public License.
Forsyth mengakui bahwa yayasan Symbian belum mengetahui semuanya dan mereka berharapan komunitas open source untuk memberikan saran. Kurang detilnya rencana Symbian bukanlah karena mereka menutupi sesuatu, melainkan pada kenyataannya memang rencana ini masih pada tahap yang sangat awal, kata Forsyth.
Forsyth juga membahas beberapa tantangan yang diperkirakan akan muncul selama transisi seperti kesulitan dalam mengkomunikasikan perubahan penting ini kepada semua pelanggannya dan Symbian juga ingin memastikan bahwa akan hanya terjadi sedikit gangguan bagi produsen ponsel dan pengembang perangkat lunak pihak ketiga.
Memang masih terlalu awal untuk melihat apakah Symbian dapat memenuhi semua potensi yang diimpikan Forsyth, tetapi keterbukaannya dalam menyampaikan alasan dan rencana di balik proses transisi ini sepertinya merupakah langkah pertama yang cukup baik. (ArsTechnica)

Komentar