Dalam membuat atau mengelola sebuah web, tidak
jarang kita melakukan berbagai kesalahan. Beberapa
kesalahan tersebut bisa disebabkan oleh klien,
desainer web, manager IT atau siapapun yang
berhubungan dengan prosesnya, dan intinya adalah semua
kesalahan itu disebabkan oleh human error.
Inilah 10 kesalahan yang mungkin dianggap terbodoh:
10. Salah mengeja Domain
Seorang desainer web pada sebuah agency
diminta oleh kliennya untuk mendaftarkan domain
webnya terlebih dahulu dengan nama CarTuneCentral.com
(ini adalah pengejaan dalam pikiran sang desainer).
Dengan segera sang desainer memeriksa domain
tersebut, yang ternyata tersedia dan ia langsung
membelinya. Tidak lama kemudian atasannya memanggilnya
karena ia baru saja ditelepon oleh klien yang sama dan
sangat marah karena ternyata yang diinginkannya adalah
domain CartoonCentral.com. Domain ini
ternyata sudah dimiliki orang lain dan desainer
tersebut menjadi bahan tertawaan agency selama
berbulan-bulan. Jadi jangan pernah lupa untuk
menanyakan pengejaan domain klien anda terlebih
dahulu.
9. Membiarkan Domain Sampai
Kadaluarsa
Sebuah perusahaan yang sangat besar pernah
melakukan kesalahan ini. Hanya sebulan setelah
peluncuran situsnya, perusahaan tersebut membiarkan
domainnya kadaluarsa. Situsnya kemudian
offline selama 2 hari. Suatu keteledoran yang
fatal akibatnya jika dibiarkan terjadi.
8. Memperlihatkan Statistik Situs ke
Publik
Salah satu platform manajamen situs web yang
paling banyak digunakan oleh perusahaan hosting
menyimpan statistik situs dalam sebuah folder
yang dinamakan /statistics/. Anda bisa memproteksinya
dengan password, tetapi setting
defaultnya membiarkan folder ini untuk bisa
diakses oleh siapa saja. Tidak sedikit webmaster yang
lalai atau lupa untuk memproteksinya sehingga seluruh
data lalulintas situsnya dapat dilihat oleh umum, jadi
jangan lupa untuk memproteksinya.
7. Mempublikasikan Informasi Rahasia
Perusahaan
Beberapa perusahaan sudah pernah melakukan
kesalahan ini. Salah satu yang terbesar adalah AOL,
yang mempublikasikan laporan data pencarian di tahun
2006 yang berisi data-data pribadi dari ribuan
pelanggan AOL. Walaupun laporan ini langsung dicabut
dari internet dalam beberapa hari tapi sayangnya
laporan tersebut sudah terkopi dan tersebar di
internet. Tragedi ini berakhir dengan pengunduran diri
Chief Technical Officer AOL. Berhati-hatilah dengan
data yang akan anda masukkan ke situs klien,
tanyakanlah semua data terlebih dahulu dan pilahlah
mana informasi yang harus dimasukkan dan mana yang
tidak.
6. Membuat Halaman 404 Error Yang
Mengesalkan
Ada sebuah kasus dimana suatu tim desainer web
membuat sebuah pesan error yang bertuliskan: "404
Error. You've obviously typed in the wrong URL. Either
that or the page you are looking for no longer exists.
" (404 error. Anda pasti telah memasukkan URL yang
salah. Atau halaman yang anda cari sudah tidak ada
lagi). Tidak ada permintaan maaf, tidak ada
rekomendasi atau saran, isinya hanya sebuah pesan
mengesalkan yang menuduh pengunjung sebagai orang
bodoh. Jangan lakukan kesalahan ini, karena pengunjung
akan segera menyesal karena telah mencoba mengunjungi
situs anda.
5. Meng-offline-kan Site Untuk
Maintenance
Masih ada situs-situs besar yang dikelola oleh
banyak orang pintar dan masih meng-offline-kan
situs mereka untuk maintenance secara reguler.
Jika suatu mesin pencari mencoba mengindeks suatu
situs ketika situs tersebut offline maka mereka
akan mengasumsikan bahwa halaman yang telah diindeks
sebelumnya telah kadaluarsa dan menurunkan mereka dari
indeks pencarian. Tentu saja anda tidak ingin hal ini
terjadi, lagipula bukankah tidak terlalu sulit untuk
membuat sebuah situs duplikat demi kepentingan
maintenance?
4. Membeli Dot Biz Ketika Dot Com
Sebenarnya Tersedia
Beberapa tahun lalu beredar rumor bahwa situs dot
biz akan menjadi sesuatu yang sangat populer dan semua
orang berlomba-lomba untuk membeli situs dot biz
ketimbang dot com. Tetapi lihatlah kenyataannya
sekarang.
3. Membiarkan Keluhan Pelanggan Terpampang
di Situs Dalam Waktu Yang Lama
Halaman Customer Feedback dapat menjadi
pedang bermata dua,karena jika halaman ini terisi
dengan kesaksian dari pelanggan yang puas maka halaman
ini akan menjadi alat promosi yang bagus. Tetapi
sebaliknya jika terisi dengan berbagai keluhan
pelanggan maka reputasi perusahaan anda atau klien
anda akan jatuh. Oleh karena itu sering-seringlah
memeriksa halaman ini dan tangani segera keluhan
pelanggan yang masuk.
2. Mematikan Situs Untuk Liburan
Panjang
Ini adalah kasus yang benar-benar terjadi. Seorang
klien membayar pengelola situsnya 5.000 USD untuk
mengoptimalkan situsnya di mesin pencari. Dan sebulan
kemudian ia memutuskan untuk meng-offline-kan situsnya
selama 3 bulan untuk liburan Natal tanpa
memberitahukan sang pengelola dan mengganti seluruh
situsnya hanya dengan sebuah halaman yang bertuliskan
"closed until after Christmas". Lalu lintas
situsnya langsung menurun dengan tajam dan demikian
juga dengan peringkat pencariannya. Dan respon bodoh
sang pemilik situs kepada pengelolanya adalah "Kenapa
kau tidak memberitahu saya kalau hal ini bisa
terjadi?"
1. Mempromosikan Sebuah Nama Domain Yang
Tidak Anda Miliki
Inilah kesalahan yang menduduki peringkat pertama
dari daftar kesalahan terbodoh ini. University of
Newcastle telah menghabiskan ribuan dollar untuk iklan
televisi di Australia demi memasarkan situs baru
mereka yaitu GradSchool Dot Com. Hanya saja ada satu
masalah penting, yaitu domain mereka yang sebenarnya
adalah Gradschool.com.au! Mereka bahkan tidak memiliki
Gradschool.com! Kesalahan ini entah disadari atau
tidak oleh pihak universitas karena sampai saat ini
mereka dengan senangnya terus mempromosikan brand
mereka sebagai Gradschool.com pada semua alat promosi
mereka dan bahkan pada domain.com.au mereka. Tidak
bisa dibayangkan berapa banyak calon mahasiswa yang
tersesat ketika mencari situs ini.
Untuk sumber artikel klik di sini

Komentar