• 163
    clicks

    CEO Red Hat Undurkan Diri

    •  
    • sushi
    • Minggu, 23 Desember 2007, 09:40
    Image Hosted by ImageShack.usPria yang memimpin penjual Linux Red Hat dari sebuah perusahaan open source yang baru dan belum terbukti menjadi perusahaan terkemuka di industri perangkat lunak akan memberikan posisinya ke seorang eksekutif yang belum begitu dikenal di industri tersebut.

    Di sebuah langkah yang mengejutkan, Red Hat mengatakan di hari Kamis bahwa Matthew Szulik, presiden sekaligus CEO akan digantikan oleh James Whitehurst, mantan chief operating officer (COO) Delta Air Lines yang berumur 40 tahun.

    Szulik yang menjabat CEO menggantikan Bob Young di tahun 1999 tidak lama setelah penawaran perdana Red Hat mengatakan bahwa ia mengundurkan diri karena masalah kesehatan keluarga, mengatakan bahwa "selama 9 bulan terakhir, saya telah bergelut dengan masalah kesehatan di keluarga saya, dan prioritas ini tidak dapat diseimbangkan dengan kerja, karena pekerjaan ini membutuhkan komitmen 110% selama 7x24."

    Szulik memuji Whitehurst, mengatakan bahwa ia adalah "seorang pria yang mengerjakan segala sesuatu sendiri dan akan cocok memasuki budaya Red Hat dan seorang eksekutif berbakat yang telah dengan sukses memimpin organisasi global yang difokuskan kepada teknologi."

    Selama bekerja di Red Hat, Szulik mengadakan beberapa perubahan besar dalam strategi bisnisnya. Hingga 2003, produk satu - satunya perusahaan tersebut, Red Hat Linux dapat di-download secara gratis dan mereka hanya menjual jasa dukungan teknis, bisnis yang berupaya mengkonversi para pemakai versi gratis menjadi pemakai yang bersedia membayar untuk dukungan teknis.

    Akan tetapi strategi itu berubah secara dramatis menjadi dua versi yang berbeda. Yang pertama adalah Red Hat Advanced Server, yang kemudian diganti namanya menjadi Red Hat Enterprise Linux, hanya tersedia sebagai subskripsi yang harus dibeli untuk setiap server yang dipakai. Yang kedua adalah Fedora, versi yang berubah dengan cepat, OS untuk menguji fitur - fitur baru dan hanya datang dengan dukungan jangka pendek yang informal.

    Hilangnya versi gratis yang mendapat dukungan ini mengecewakan sebagian pemakai, yang menjadi cikal bakal dari terbentuknya Ubuntu, oleh CEO Canonical Mark Shuttleworth.

    Di lain sisi, strategi ini juga yang menjadikan Red Hat menjadi perusahaan yang besar. Di kuartal terakhir sebelum Red Hat menjadi perusahaan publik (1999), perusahaan tersebut memiliki pendapatan $2,7 juta, dibandingkan dengan pendapatan terakhir mereka saat ini $135,4 juta.

    Klik di sini untuk artikel lengkapnya.

  • Bookmark


  • Komentar
{Name}
{Date}
{Time}
{Text}
{Label:Suka komentar ini?} [{Label:ya}] [{Label:tidak}] ({Label:Score}: 0{Label:byVotes} 0)
Komentar ini tidak pantas!
Tinggalkan komentar Anda

{Label:Nama}

{Label:Email}
(untuk menerima balasan melalui email)

{Label:Komentar}
[Avatar]



0 Comments)